MEDIARAKYAT.co.id – Civitas akademika dan alumni Universitas Ma Chung meluncurkan berbagai unit usaha dan riset berbasis kearifan lokal untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di Jawa Timur sekaligus mendukung target transformasi kampus menuju 2045. Langkah strategis ini melibatkan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelayanan kesehatan, hingga pencetakan wirausahawan muda yang beretika.
Salah satu alumni yang sukses mengembangkan usaha adalah Hendri Suryo Leksono, pemilik Vosco Coffee yang berdiri sejak tahun 2012 di Jalan Borobudur Nomor 27A, Mojolangu, Kota Malang. Hendri merintis bisnis tersebut saat masih berada di semester empat Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas Ma Chung dan berhasil menyelesaikan studinya pada 2014 melalui jalur kelulusan berbasis proyek (project-based graduation).
Kini, Hendri yang juga menjabat sebagai Ketua BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Malang telah mengempa bisnisnya ke berbagai lini. Gurita usahanya meliputi jaringan bengkel otomotif, Klinik Hewan Okami, produsen es krim khusus anjing Geladocs, lini makanan dan minuman Afel, hingga lembaga pengolahan sampah iLiterless.
“Bagi saya, kunci utama kesuksesan adalah konsisten. Tetap berangkat walau hujan deras, tetap berangkat walau kedai sepi, tetap berangkat walau penilaian orang jauh dari harapan. Waktu adalah satu-satunya pembukti konsistensi, sehingga tidak ada kata instan dalam kamus pengusaha,” ujar Owner Vosco Coffee Hendri Suryo Leksono, Senin (2/8/2026).
Jejak serupa ditunjukkan oleh alumni Universitas Ma Chung angkatan 2008, Bagus Fendi Sudartha, yang mendirikan Haven Light Clinic pada tahun 2018 di Jalan Buring Nomor 29, Kota Malang. Usahanya berkembang membentuk jaringan pelayanan kesehatan dan estetika medis seperti Glow Plus Clinic di Turen, Sawojajar, dan Kepanjen, serta Klinik THT Terpadu Malang di Jalan Cengkeh. Usaha tersebut berawal dari tugas akhir rancangan bisnis (business plan) Paradiso Medical Spa saat ia berkuliah.
Inovasi Mahasiswa dan Penerapan Kearifan Lokal
Generasi mahasiswa aktif juga menorehkan prestasi melalui unit usaha Sumgo (Dimsum On The Go) yang digagas oleh Aisyah, Delon, Hansen, Rafael, dan Vincen. Bisnis Sate Dimsum ini berhasil menembus kompetisi nasional Astra Motor Academy (AMA) 2026 berkat pendampingan kurikulum kewirausahaan kampus.
Selain itu, tim peneliti mahasiswa dari Program Studi Digital Business Accounting (DBA) yang diketuai Silvie Gunawan bersama Andi Natan Kamil Azzumarzidan, Maulida Tri Atmajayanti, dan Sherly Natalia Sunaryo meluncurkan riset berbasis filosofi Jawa Sedulur Papat Limo Pancer. Riset yang didanai Kementerian Ristekdikti tahun 2026 ini bertujuan merancang model tata kelola UMKM di kawasan Kampoeng Heritage Kayutangan, Malang, dengan bimbingan dosen Bagas Brian Pratama.
Dukungan Akademis dan Prestasi Finansial Kampus
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ma Chung, Tarsisius Renald Suganda, Ph.D., menjelaskan bahwa pembelajaran kewirausahaan di FEB dirancang secara berjenjang dan terintegrasi dengan pasar modal. Pada tahun 2025, Galeri Investasi Ma Chung yang bekerja sama dengan BEI dan PT BRI Danareksa Sekuritas meraih Juara 1 tingkat Jawa Timur dengan nilai transaksi mencapai Rp43 miliar dalam satu tahun.
“Financial mindset dan kemampuan mengelola risiko tidak bisa tumbuh hanya dari mendengarkan ceramah di dalam kelas. Kami di FEB membangunkannya melalui ekosistem yang mengintegrasikan literasi investasi, kewirausahaan, dan riset ilmiah secara holistik,” kata Dekan FEB Universitas Ma Chung Tarsisius Renald Suganda, Ph.D., Kamis (6/8/2026).
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Ma Chung, Wawan Eko Yulianto, Ph.D., menambahkan bahwa kampus memfasilitasi mahasiswa dengan program kemitraan seperti TikTok Waktunya Start Academy dan pameran Entrepreneur Fair di pusat perbelanjaan utama Kota Malang seperti Mall Olympic Garden dan Malang Town Square.
Transformasi Institusi Menuju Trendsetter 2045
Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra M. Taneo, MS., M.Sc., menyatakan bahwa institusinya kini memasuki tahap kedua rencana strategis (2026–2045) untuk menjadi trendsetter pendidikan tinggi nasional dan internasional, setelah menyelesaikan tahap pertama (2007–2025) sebagai living example. Untuk memperkuat arah tersebut, kampus menargetkan penambahan 7 Guru Besar baru dalam tiga tahun mendatang dan mempersiapkan pembukaan program doktor (S3).
“Proses pendidikan di Ma Chung tidak boleh berjalan secara transaksional, melainkan harus bersifat transformasional. Transformasi berarti mengasah watak manusia: mengubah yang kurang bertanggung jawab menjadi bertanggung jawab, dan yang kurang paham etika menjadi pribadi yang beretika mulia,” tegas Rektor Universitas Ma Chung Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra M. Taneo, MS., M.Sc.
Konteks dan Catatan Redaksi
Pengembangan ekosistem wirausaha berbasis nilai karakter di perguruan tinggi merupakan fondasi penting dalam menanggulangi tantangan ekonomi masa depan. Pembekalan kombinasi antara teori akademis, analisis pasar modal, dan nilai etika yang diterapkan Universitas Ma Chung menunjukkan bahwa pendidikan tinggi berpotensi mencetak penggerak ekonomi daerah yang tidak hanya berfokus pada profitabilitas, tetapi juga kemanfaatan sosial jangka panjang. Dalam konteks pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, sinergi antara alumni, mahasiswa, dan institusi akademik menjadi model percontohan bagi pengembangan modal manusia yang berdaya saing global.
👁 753 kali dibaca










