MEDIARAKYAT.co.id – Madrasah Aliyah (MA) Darul Ulum yang berlokasi di Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, menerima kucuran bantuan pembenahan sarana dan prasarana pendidikan dengan nilai total mencapai Rp62 juta. Penyaluran dana alokasi fasilitas belajar mengajar ini terealisasi menyusul pencapaian Rusmiyatin, seorang tenaga pendidik di madrasah tersebut yang dianugerahi penghargaan sebagai Guru Daerah Terpencil Riau Terbaik. Penyerahan bantuan diselenggarakan secara simbolis di Gedung Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Riau pada Rabu, 23 September 2026.
Dukungan finansial senilai puluhan juta rupiah tersebut didapatkan melalui sinergi antara lembaga pengelola zakat dan pihak perbankan syariah. BAZNAS Provinsi Riau menyalurkan dana sebesar Rp35 juta yang dialokasikan khusus melalui program Bantuan Pembangunan Madrasah Layak Belajar. Sementara itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) menyerahkan bantuan dana senilai Rp27 juta yang dikhususkan untuk mendukung renovasi gedung MA Darul Ulum Rupat Utara.
Penyerahan bantuan dana secara langsung dilakukan oleh Ketua BAZNAS Provinsi Riau H Masriadi Hasan kepada Rusmiyatin yang hadir mewakili MA Darul Ulum Rupat Utara. Dalam kesempatan tersebut, Masriadi menyampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian dan keteguhan para tenaga pengajar yang terus menjalankan amanah pendidikan di pelosok daerah terpencil kendati dihadapkan pada berbagai keterbatasan sarana maupun prasarana.
“Dengan adanya perbaikan dan pembangunan fasilitas madrasah tersebut, diharapkan kualitas proses belajar mengajar serta semangat belajar para siswa semakin meningkat,” kata Ketua BAZNAS Provinsi Riau H Masriadi Hasan, Rabu, 23 September 2026.
Masriadi menambahkan bahwa raihan prestasi pendidik di tengah keterbatasan fasilitas merupakan pencapaian yang patut mendapat perhatian. Dalam proses penyerahan tersebut, BAZNAS Provinsi Riau turut mengutarakan rasa terima kasih serta penghargaan tinggi kepada para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah melalui lembaga BAZNAS. Pengelolaan dana zakat tersebut kemudian disalurkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk peningkatan kualitas sarana pendidikan.
Kronologi Penyaluran Bantuan Fasilitas Pendidikan
Penyaluran dana pembenahan gedung MA Darul Ulum Rupat Utara ini memiliki alur kronologis yang berawal dari keikutsertaan Rusmiyatin dalam ajang seleksi Anugerah Guru Pendidikan Provinsi Riau jenjang SMA/MA/SMK pada Mei 2026. Pada kompetisi tingkat provinsi tersebut, Rusmiyatin berhasil menyabet penghargaan sebagai Guru Daerah Terpencil Riau Terbaik.
Pencapaian tersebut langsung direspons secara proaktif oleh pemangku kepentingan. Selepas agenda penganugerahan, jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Riau bersama perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis melakukan peninjauan lapangan secara langsung ke lokasi MA Darul Ulum di Kecamatan Rupat Utara. Peninjauan tersebut bertujuan untuk melihat secara komprehensif kondisi fisik fasilitas pembelajaran di madrasah tempat Rusmiyatin mengabdi.
Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, tim menemukan sejumlah fasilitas madrasah yang membutuhkan pembenahan mendesak. Kondisi fisik yang menjadi perhatian utama meliputi komponen atap bangunan yang mulai mengalami kebocoran di berbagai titik serta ruang kelas yang memerlukan perbaikan. Sekitar 3 bulan setelah peninjauan fisik tersebut, program bantuan pembangunan dan rekonstruksi fasilitas madrasah akhirnya direalisasikan melalui kolaborasi BAZNAS Provinsi Riau dan BSI.
Respons Tenaga Pendidik dan Komitmen Pengabdian
Sebagai penerima penghargaan sekaligus perwakilan madrasah, Rusmiyatin mengaku terharu karena pencapaian individu yang diraihnya berbuah bantuan nyata bagi tempatnya mengajar. Ia menyampaikan bahwa penghargaan tersebut tidak sekadar berhenti pada piagam kehormatan, melainkan menjadi jembatan pembuka rezeki bagi seluruh anak didik di MA Darul Ulum Rupat Utara.
“Saya kira dianugerahi itu cuma sebuah piagam. Ternyata, di baliknya ada jalan rezeki untuk anak-anak madrasah,” kata Guru Daerah Terpencil Riau Terbaik Rusmiyatin, Rabu, 23 September 2026.
Rusmiyatin menegaskan bahwa perjalanannya ke Pekanbaru untuk menerima bantuan membawa amanah besar agar anak-anak di kawasan terpencil Rupat Utara bisa menikmati fasilitas pendidikan yang jauh lebih layak.
“Dari sini saya belajar bahwa satu langkah yang kita jalani hari ini bisa membuka pintu kebaikan untuk orang lain. Ini bukan tentang saya yang mendapatkan penghargaan, tetapi tentang bagaimana manfaatnya akhirnya bisa dirasakan langsung oleh anak-anak,” ujar Rusmiyatin, Rabu, 23 September 2026.
Rusmiyatin juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Riau, BSI, Kementerian Agama Provinsi Riau, Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap keberlangsung pendidikan Islam di wilayah terpencil. Ia berharap alokasi bantuan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi MA Darul Ulum Rupat Utara sekaligus menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi.
Konteks & Catatan Redaksi
Bantuan renovasi fisik senilai Rp62 juta untuk MA Darul Ulum Rupat Utara menandai pentingnya sinergi kelembagaan dalam mengatasi kesenjangan infrastruktur pendidikan di wilayah terpencil dan terluar. Wilayah geografis seperti Kecamatan Rupat Utara di Kabupaten Bengkalis kerap menghadapi tantangan keterbatasan aksesibilitas dan kelengkapan fasilitas sekolah jika dibandingkan dengan wilayah perkotaan.
Inisiatif penanganan fasilitas belajar mengajar yang berawal dari apresiasi prestasi tenaga pendidik menunjukkan bahwa pengakuan atas dedikasi guru dapat menjadi katalis perubahan infrastruktur sekolah. Kolaborasi antara lembaga pengelola zakat (BAZNAS) dan sektor perbankan syariah (BSI) memberikan model pembiayaan alternatif untuk mendukung penataan sarana publik yang membutuhkan perbaikan cepat di luar alokasi anggaran pemerintah daerah.
Perbaikan atap bocor dan renovasi ruang kelas di MA Darul Ulum diproyeksikan memberikan dampak langsung terhadap keamanan fisik serta kenyamanan proses belajar mengajar. Dalam jangka panjang, keberadaan ruang kelas yang layak dan aman diharapkan dapat memelihara motivasi belajar siswa di daerah terpencil serta mendorong peningkatan pemerataan kualitas pendidikan di Provinsi Riau.
👁 782 kali dibaca










