MEDIARAKYAT.co.id β Bupati Dairi, Vickner Sinaga, menyambut audiensi Pengurus Besar Lembaga Kebudayaan Pak-Pak (PB-LKP) di Pendopo Bupati Dairi pada Rabu (22/07/2026). Ketua umum PB-LKP, Zuhri Bintang, mengapresiasi kesempatan ini untuk memperkuat sinergitas antara Pemerintah Dairi dan Lembaga Kebudayaan, guna memastikan kerja sama budaya dapat terus berlanjut.
Zuhri Bintang juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meminta klarifikasi mengenai pelaksanaan Pagelaran Budaya Pak-Pak dalam Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50. Kontroversi muncul sebab peserta binaan PB-LKP yang telah dipersiapkan tidak mendapatkan kesempatan tampil dalam acara tersebut.
Dalam pertemuan itu, Bupati Vickner Sinaga mengapresiasi dedikasi seniman dan budayawan yang terlibat dalam pelestarian budaya Pak-Pak di PRSU. βTak ada manusia yang tidak membuat kesalahan, sekarang mari kita duduk dan diskusi bersama untuk mencari solusi demi kebaikan bersama,β ujar Vickner, Rabu (22/07/2026).
Menanggapi masalah tersebut, Bupati Dairi meminta panitia untuk segera mengeluarkan permohonan maaf tertulis kepada pihak terkait dan masyarakat, menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dalam insiden tersebut.
Rencana perlombaan cipta lagu Pak-Pak, yang memperebutkan piala Bupati Dairi dalam rangka Pesta Njuah-Njuah, disambut baik oleh Vickner. Ia berkomitmen untuk mendukung para pelaku seni dan penggiat budaya di Kabupaten Dairi agar warisan leluhur tetap terjaga dan lestari.
Peristiwa ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga kebudayaan untuk memajukan budaya lokal. Polemik yang terjadi dalam PRSU menekankan perlunya komunikasi yang baik untuk menghindari kesalahpahaman di masa mendatang. Dukungan terhadap acara budaya seperti perlombaan cipta lagu juga menjadi langkah penting dalam melestarikan tradisi budaya daerah.
Konteks: Kabupaten Dairi, yang kaya akan budaya lokal, memanfaatkan momen audiensi ini untuk memperkuat hubungan dengan lembaga kebudayaan. Isu pelestarian budaya menjadi penting untuk memastikan warisan budaya tetap hidup dan dikenal generasi mendatang. Acara seperti PRSU dan Pesta Njuah-Njuah menyediakan platform bagi budaya lokal untuk diperkenalkan lebih luas, sehingga dukungan pemerintah dan lembaga terkait sangat dibutuhkan.
π 258 kali dibaca










