Home / Politics / Purbaya Yudhi Sadewa Ngaku Lega Usai Dicopot dari Menteri Keuangan – Media Rakyat

Purbaya Yudhi Sadewa Ngaku Lega Usai Dicopot dari Menteri Keuangan – Media Rakyat

MEDIARAKYAT.co.id – Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan rasa lega dan puas usai posisinya digantikan oleh Suahasil Nazara dalam perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada 14 September 2026. Usai resmi menyerahkan kepemimpinan di bendahara negara, Purbaya memilih untuk melepaskan diri dari tekanan pekerjaan serta dinamika kebijakan fiskal demi mencari ketenangan pribadi bersama keluarga.

Pernyataan Purbaya Usai Pencopotan dari Kursi Menteri Keuangan

Kehilangan jabatan strategis di jajaran kabinet pemerintahan tidak membuat Purbaya Yudhi Sadewa merasa tertekan. Sehari setelah kepemimpinannya di Kementerian Keuangan berakhir, ia justru mengungkapkan suasana hatinya yang lebih santai dan lepas dari beban kerja yang selama ini menyita perhatiannya.

“Happy, bebas,” kata Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, 16 September 2026.

Purbaya menjelaskan bahwa selama memangku jabatan sebagai Menteri Keuangan, seluruh fokus dan pikirannya terus-menerus tersita oleh penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta penanganan berbagai kebijakan ekonomi makro. Setelah tugas tersebut selesai, ia berencana mengembalikan waktu pribadinya yang sempat hilang dengan beristirahat secara tenang di rumah dan menikmati hobi memancing ikan mujair serta nila di kolam belakang rumahnya.

Proses Reshuffle Kabinet dan Penggantian Posisi Menteri Keuangan

Pergantian pimpinan di Kementerian Keuangan tersebut secara resmi ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 14 September 2026. Jabatan bendahara negara tersebut kemudian dipercayakan kepada Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Proses perombakan tersebut terjadi saat Purbaya Yudhi Sadewa masih aktif menjalankan agenda kenegaraan, termasuk mengawal pembahasan rancangan APBN 2027 bersama jajaran Anggota DPR RI di Senayan, Jakarta. Kepastian mengenai pencopotan jabatannya diterima Purbaya melalui sambungan telepon di tengah-tengah berlangsungnya rapat resmi tersebut.

Meski keputusan reshuffle disampaikan di tengah kesibukan rapat, Purbaya mengaku sudah memperkirakan kemungkinan pergantian tersebut dengan peluang 50:50. Ia menegaskan bahwa pergantian posisi menteri sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden. Purbaya juga memastikan tidak ada perselisihan maupun konflik internal antara dirinya dan Presiden Prabowo Subianto, serta mengonfirmasi bahwa dirinya selalu patuh menjalankan setiap arahan kebijakan dari Kepala Negara.

Pilihan Menjauh dari Pusaran Jabatan Publik

Terlepas dari berbagai rumor mengenai kelanjutan kariernya di pemerintahan, Purbaya Yudhi Sadewa mengisyaratkan tidak berminat untuk segera kembali mengisi posisi strategis di lembaga publik. Saat dikonfirmasi mengenai peluang menjabat posisi menteri lain atau menjadi Gubernur Bank Indonesia, Purbaya menunjukkan ketidaktertarikan dan menegaskan pilihannya untuk fokus pada kegiatan pribadi.

Ia memutuskan untuk menarik diri dari rutinitas birokrasi, rapat koordinasi tingkat tinggi, serta perumusan angka-angka APBN yang kompleks. Menurutnya, ketenangan pribadi serta waktu luang bersama keluarga jauh lebih bernilai dibanding mempertahankan atau mengejar kembali jabatan publik yang menyita energi dan waktu istirahatnya.

Konteks & Catatan Redaksi

Pergantian pimpinan pada kementerian strategis seperti Kementerian Keuangan merupakan bagian dari dinamika tata kelola pemerintahan dan evaluasi kinerja kabinet secara berkala. Kementerian Keuangan memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas makroekonomi, mengelola pendapatan dan belanja negara, serta merancang kerangka APBN yang aman dan berkelanjutan bagi pembangunan nasional.

Berdasarkan sistem ketatanegaraan Indonesia, pengangkatan dan pemberhentian menteri merupakan hak prerogatif penuh Presiden Republik Indonesia. Keputusan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada 14 September 2026 menjadi bagian dari penyesuaian strategi pemerintah dalam memastikan transisi pembahasan rancangan APBN 2027 tetap berjalan lancar dan terukur.

Secara institusional, perombakan ini tidak menghentikan kontinuitas pelaksanaan fungsi fiskal negara. Kebijakan yang telah disusun tetap menjadi dasar operasional bagi menteri baru untuk dilanjutkan, dievaluasi, maupun disesuaikan dengan kebutuhan perekonomian nasional. Di sisi lain, keputusan mantan pejabat publik untuk kembali ke kehidupan pribadi menonjolkan aspek kemanusiaan di balik beban penyelenggaraan negara, di mana kebutuhan akan ruang personal dan keseimbangan hidup menjadi hal yang tak terelakkan setelah menyelesaikan masa bakti.

👁 412 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *