MEDIARAKYAT.co.id – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) meresmikan pembangunan dua Jembatan Gantung di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Jumat (28/8/2026). Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa komunitas warga Tionghoa tidak hanya berfokus pada aktivitas bisnis semata, melainkan juga aktif berkontribusi secara langsung dalam aksi filantropi dan pembangunan fasilitas umum bagi masyarakat luas.
Pembangunan infrastruktur vital tersebut mencakup jembatan gantung Lembung Lanjheng sepanjang 60 meter yang membentang menghubungkan Dusun Rejeb Dagan di Desa Sukowiryo dengan Dusun Leces 1 di Desa Sukojember, Kecamatan Jelbuk. Selain itu, pihak PSMTI juga merampungkan pendanaan untuk jembatan gantung sepanjang 40 meter yang menghubungkan wilayah Desa Kemuningsari Lor di Kecamatan Panti dengan Desa Banjarsari di Kecamatan Bangsalsari.
Inisiatif pembangunan fasilitas penyeberangan ini bermula dari adanya surat permohonan bantuan dari pihak pemerintah daerah, salah satunya disampaikan oleh Bupati Muhammad Fawait. Guna merealisasikan proyek fisik tersebut, PSMTI menggandeng Vertical Rescue Indonesia, sebuah organisasi dengan keahlian serta teknik operasi SAR khusus untuk proses evakuasi dan pembangunan di medan terjal, curam, maupun ketinggian. Kemitraan ini sebelumnya juga telah berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan gantung di Kota Batu, Jawa Timur.
Koordinator Pembangunan Jembatan Gantung PSMTI Ricky Suherlin menegaskan bahwa komitmen sosial warga Tionghoa sudah mengakar sejak lama. “Jadi kalau sementara banyak yang berpikir Marga Tionghoa hanya keperluannya bisnis, tidak. Kami sudah lama bergerak dalam bidang ini. Sudah sangat lama. Cuma selama ini senyap,” ujar Ricky Suherlin saat meresmikan jembatan gantung di Dusun Rejeb Dagan, Desa Sukowiryo, Jumat (28/8/2026).
Ricky Suherlin membeberkan bahwa seluruh aksi kemanusiaan yang dijalankan oleh organisasi selalu didasari rasa ikhlas tanpa mengharapkan pamrih. “Kami berpedoman: lakukan dengan ikhlas. Jangan pernah menghitung langkah kita. Manusia yang bermanfaat adalah yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Itu pegangan kami,” kata Ricky Suherlin, Jumat (28/8/2026). Ia juga menceritakan awal mula penentuan lokasi tambahan di Kecamatan Jelbuk yang merupakan hasil konsultasi dengan Ketua Dewan Kehormatan PSMTI Anto Mukti Putranto, purnawirawan Letnan Jenderal TNI Angkatan Darat yang menganggap wilayah tersebut sebagai kampung halamannya.
Komitmen Pengabdian dan Harapan Perawatan Infrastruktur
Ketua PSMTI Jawa Timur Pepeng Putra Wirawan mengungkapkan bahwa organisasi yang dipimpinnya kini telah terbentuk dan aktif di 34 kabupaten dan kota di seluruh Jawa Timur dengan salah satu pilar utama pengabdian masyarakat. “Di samping misi ini juga ada misi sosial dan budaya. Misalnya pas hari raya, kita bagi-bagi sembako, ada bedah rumah, dan lainnya,” kata Pepeng Putra Wirawan, Jumat (28/8/2026). Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan jembatan gantung di Desa Sukowiryo menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh pengurus dan anggota PSMTI.
Sementara itu, Sekretaris Umum PSMTI Pusat Peng Suyoto berharap kemitraan strategis dengan Vertical Rescue Indonesia dapat terus berlanjut secara berkesinambungan demi menghadirkan jembatan-jembatan sederhana di daerah lain yang membutuhkan di seluruh Indonesia. Peng Suyoto juga menekankan pentingnya peran serta aparatur kewilayahan dalam menjaga sarana publik tersebut.
“Kami sangat berharap aparat desa, Kapolsek, dan Danramil membantu kami. Mudah-mudahan kalau dirawat bisa bertahan lima tahun. Sudah cukup bagus kalau bisa bertahan lima tahun. Tentunya kalau ada apa-apa kasih tahu biar bisa kita perbaiki,” ujar Peng Suyoto, Jumat (28/8/2026).
Pembangunan dua fasilitas jembatan gantung di Kabupaten Jember ini memberikan dampak signifikan terhadap aksesibilitas warga antar-desa serta menjadi simpul penguat hubungan sosial masyarakat di daerah terpencil. Keberadaan jembatan gantung tersebut tidak sekadar membuka konektivitas fisik bagi warga sekitar, tetapi juga merefleksikan semangat kebersamaan dan filantropi antarelemen bangsa. Keberlanjutan fungsi jembatan ini kini sangat bergantung pada sinergi perawatan antara masyarakat tempatan, pemerintah desa, serta jajaran TNI-Polri di tingkat kecamatan.
👁 479 kali dibaca










