MEDIARAKYAT.co.id – CV Sukses Karya Bersaudara diduga mengerjakan proyek Lanjutan Pembangunan SMPN No. 4 Desa Tempirai Utara, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, secara asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknis pada 23 Agustus 2026. Indikasi ketidaksesuaian material dan penurunan mutu konstruksi di lokasi pekerjaan tersebut memicu kekhawatiran terkait potensi risiko keselamatan bagi warga sekolah.
Proyek pengerjaan fisik fasilitas sekolah ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun Anggaran 2026. Berdasarkan rincian dokumen proyek, pengerjaan tersebut menelan nilai kontrak sebesar Rp398.322.400,00 dengan alokasi waktu pelaksanaan ditetapkan selama 120 Hari Kalender.
Laporan langsung dari lapangan mengindikasikan adanya sejumlah poin ketidaksesuaian antara pengerjaan fisik di lokasi dengan pedoman teknis yang seharusnya dipatuhi oleh kontraktor pelaksana. Kualitas bangunan yang dihasilkan dinilai berjarak dari standar kelayakan fasilitas publik.
Indikasi Penyimpangan Spesifikasi Teknis Material Pagar
Indikasi ketidaksesuaian pertama ditemukan pada pemilihan bahan baku utama dinding pagar. Pelaksana proyek terpantau menggunakan batu bata cetak manual biasa, bukan batu bata pres mesin sebagaimana standar konstruksi yang diharapkan. Penggunaan batu bata manual tersebut berpotensi menurunkan tingkat kerapatan serta daya tahan struktur pagar dalam jangka panjang.
Selain masalah material dinding, sorotan teknis juga mengarah pada bagian struktur bawah atau pondasi. Kedalaman dan diameter pondasi pengerjaan tersebut disinyalir kuat tidak memenuhi ketentuan pedoman teknis Rencana Kerja dan Syarat (RKS) yang telah ditetapkan.
Kondisi kekokohan fisik bangunan semakin diragukan pada bagian pembesian tiang penyangga pagar. Di lokasi pembangunan, pembesian untuk tiang pagar terpantau hanya mengandalkan anyaman 4 batang tulangan, sehingga memicu keraguan atas kekuatan teknis pagar dalam menahan beban struktur maupun gangguan dari luar.
Ancaman Keselamatan dan Desakan Audit Fisik Instansi Terkait
Kualitas material yang minim serta struktur pagar sekolah yang kurang kokoh secara langsung membawa dampak pada faktor keselamatan. Bangunan pagar yang rentan roboh atau rusak menyimpan potensi bahaya nyata bagi keselamatan para siswa dan guru di SMPN 4 Tempirai Utara.
Menanggapi temuan indikasi ketidaksesuaian tersebut, desakan muncul agar pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir beserta instansi pengawas teknis segera melakukan langkah pemeriksaan ulang (cross-check) dan audit fisik secara menyeluruh di lapangan untuk memastikan pengerjaan sesuai dengan kontrak kerja.
Apabila dari hasil audit fisik nantinya terbukti terdapat pelanggaran mutu maupun indikasi penyimpangan anggaran, tindakan tegas secara hukum didorong untuk segera diambil. Penanganan lebih lanjut diharapkan dapat diteruskan kepada pihak berwenang, meliputi Inspektorat Daerah, Unit Tipidkor Polres PALI, hingga Kejaksaan Negeri PALI.
Pentingnya Pengawasan Fasilitas Publik dan Catatan Redaksi
Pembangunan sarana dan prasarana sekolah merupakan bagian vital dari pelayanan publik sektor pendidikan. Konstruksi fisik seperti pagar sekolah berfungsi memberikan perlindungan serta keamanan bagi seluruh civitas akademika, sehingga kualitas pengerjaannya tidak boleh dikurangi demi keuntungan sepihak.
Pengawasan terhadap penggunaan dana APBD sebesar Rp398.322.400,00 menjadi hal krusial untuk memastikan setiap rupiah uang rakyat menghasilkan bangunan yang aman, berkualitas, dan memiliki ketahanan jangka panjang. Transparansi dan akuntabilitas dalam proyek fisik daerah harus menjadi prioritas utama demi mencegah kerugian negara.
Dampak jangka panjang dari pembiaran pengerjaan proyek asal jadi tidak hanya merugikan keuangan publik, tetapi juga mempertaruhkan keselamatan jiwa anak didik. Kesigapan Dinas Pendidikan Kabupaten PALI dan ketegasan aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti indikasi ini menjadi tolok ukur penegakan aturan pengerjaan proyek fisik di daerah.
👁 775 kali dibaca










