Home / Politics / Prakiraan Cuaca Malang Raya Hari Ini 23 Agustus 2026 – Media Rakyat

Prakiraan Cuaca Malang Raya Hari Ini 23 Agustus 2026 – Media Rakyat

MEDIARAKYAT.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Malang Raya didominasi cuaca cerah hingga diselimuti fenomena udara kabur pada Minggu (23/8/2026). Informasi prakiraan cuaca ini mencakup wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang, serta Kota Batu yang berlaku sejak pagi hari hingga Senin (24/8/2026) dini hari.

BMKG Juanda mencatat bahwa Kota Malang yang meliputi lima kecamatan, yaitu Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun, mengalami kondisi cuaca dominan cerah sejak pagi hari pukul 08.00 WIB hingga siang hari. Perubahan pola cuaca mulai terjadi ketika memasuki waktu sore hari di kawasan perkotaan tersebut.

Kondisi cuaca di Kota Malang berangsur bervariasi menjadi cerah berawan hingga berawan mulai pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB. Saat malam hari, langit diprediksi kembali cerah sebelum bervariasi menjelang dini hari.

“Memasuki sore hari sekitar pukul 15.00 hingga 18.00 WIB, cuaca di Kota Malang berangsur bervariasi menjadi cerah berawan hingga berawan,” dikutip dari rilis resmi BMKG Juanda pada Minggu (23/8/2026).

Pada Senin (24/8/2026) dini hari pukul 23.00 WIB, kondisi cerah berawan berpotensi terjadi di wilayah Blimbing dan Lowokwaru. Sementara itu, wilayah Kedungkandang, Klojen, dan Sukun diperkirakan tetap terpantau cerah. Rata-rata suhu udara di wilayah Kota Malang berada pada kisaran 20 hingga 30 derajat Celsius.

Prakiraan Cuaca Wilayah Kabupaten Malang

Wilayah Kabupaten Malang mengawali hari Minggu (23/8/2026) pagi dengan munculnya fenomena kabut, asap, serta udara kabur di beberapa titik. Lokasi yang terdampak kondisi tersebut pada pagi hari meliputi Kecamatan Ampelgading, Jabung, Karangploso, Ngantang, Pujon, dan Tumpang. Kondisi tersebut kemudian beralih menjadi cerah secara merata pada siang hari pukul 10.00 WIB.

Pada sore hingga malam hari, mayoritas kecamatan di Kabupaten Malang mengalami kondisi cuaca cerah berawan hingga berawan. Kendati demikian, fenomena udara kabur serta kabut atau asap diprakirakan kembali menyelimuti sejumlah kawasan dataran tinggi maupun lembah.

“Kondisi udara kabur hingga kabut/asap diprakirakan terjadi di wilayah Ampelgading, Dampit, Jabung, Poncokusumo, dan Tirtoyudo mulai pukul 16.00 hingga 19.00 WIB,” dikutip dari rilis resmi BMKG Juanda pada Minggu (23/8/2026).

Memasuki waktu dini hari pada Senin (24/8/2026) pukul 22.00 WIB, sebaran fenomena udara kabur dan kabut atau asap dilaporkan meluas ke sejumlah kecamatan lain. Kawasan yang berpotensi terdampak meliputi Dau, Karangploso, Kasembon, Lawang, Ngantang, Pujon, Singosari, dan Sumbermanjing Wetan. Secara umum, kisaran suhu udara di Kabupaten Malang berada pada rentang 14 hingga 30 derajat Celsius.

Dinamika Cuaca dan Udara Kabur di Kota Batu

Sementara itu, Kota Batu yang mencakup Kecamatan Batu, Bumiaji, dan Junrejo diawali dengan cuaca cerah pada Minggu (23/8/2026) pagi. Namun, perubahan kondisi atmosfer mulai terjadi menjelang siang hari di wilayah wisata pegunungan ini.

Udara kabur mulai menyelimuti Kecamatan Batu sejak pukul 11.00 WIB. Wilayah Bumiaji dan Junrejo kemudian menyusul dengan kondisi cuaca yang bervariasi antara cerah berawan dan udara kabur sepanjang siang hingga sore hari.

Pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB hingga Senin (24/8/2026) dini hari pukul 23.00 WIB, seluruh kecamatan di Kota Batu diprakirakan diselimuti fenomena udara kabur secara menyeluruh. Suhu udara di Kota Batu berada pada kisaran dingin yakni 15 hingga 26 derajat Celsius.

Konteks Catatan Redaksi dan Implikasi Pertumbuhan Cuaca

Prakiraan cuaca harian yang dirilis oleh BMKG Juanda menjadi acuan penting bagi masyarakat Malang Raya maupun para wisatawan yang sedang berkunjung. Perubahan cuaca dari cerah menuju berawan serta munculnya udara kabur di wilayah dataran tinggi memiliki keterkaitan erat dengan kelembapan udara lokal dan dinamika suhu harian.

Kehadiran fenomena kabut, asap, dan udara kabur khususnya pada sore hingga dini hari memerlukan kewaspadaan lebih dari para pengguna jalan. Jarak pandang yang berkurang di jalur-jalur rawan seperti pegunungan Pujon, Ngantang, hingga kawasan Bromo-Semeru di Poncokusumo dan Ampelgading dapat memengaruhi keselamatan lalu lintas dalam jangka panjang jika tidak diantisipasi dengan kehati-hatian mengemudi.

👁 175 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *