MEDIARAKYAT.co.id โ Wali Kota Mojokerto, Ning Ita, mendorong industri kecil menengah (IKM) batik di Kota Mojokerto untuk menerapkan konsep green economy dalam proses produksinya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengolah limbah kain batik menjadi suvenir yang memiliki nilai ekonomis. Dengan demikian, IKM batik diharapkan dapat meningkatkan pendapatan serta mengurangi dampak lingkungan yang negatif.
Upaya ini sejalan dengan keinginan untuk mengurangi limbah dan menerapkan konsep zero waste dalam industri batik. Dengan mengolah limbah kain menjadi suvenir, diharapkan dapat mengurangi jumlah limbah yang dibuang ke lingkungan dan sekaligus meningkatkan nilai tambah dari limbah tersebut.
Ning Ita berharap bahwa dengan penerapan green economy ini, IKM batik di Kota Mojokerto dapat meningkatkan daya saing dan kemampuan bersaing di pasar, serta memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Dengan demikian, upaya ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi dampak lingkungan yang negatif, sekaligus mempromosikan konsep green economy dalam industri batik di Kota Mojokerto.
๐ 452 kali dibaca










