MEDIARAKYAT.co.id – Istilah Londo Ireng, yang berasal dari budaya Jawa, kembali menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Londo Ireng digunakan untuk menggambarkan sosok pribumi yang berperilaku seperti penjajah, menindas dan menguasai dengan cara yang egois tanpa pertimbangan kemanusiaan. Istilah ini juga menggambarkan pribumi yang tidak memiliki rasa nasionalisme dan lebih condong kepada kepentingan asing.
Penggunaan istilah ini mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto mengungkapkannya dalam pernyataan publik yang memicu perhatian luas. Pernyataan tersebut dianggap kontroversial karena dinilai ditujukan kepada kalangan pekerja tertentu di tengah suasana politik yang memanas.
“…Pernyataan Presiden Prabowo Subianto pada akhir belakangan ini, acap terlepas komentar yang tidak pas, seperti sungutan beliau terhadap kalangan aktivis yang aktif melakukan kritik terhadap kebijakan pemerintah, hingga untuk yang tidak setuju dia persilahkan untuk meninggalkan Indonesia…,” ujar seorang aktivis, Minggu (24/7/2026).
Dalam konteks budaya Jawa, Londo Ireng merepresentasikan perilaku bangsa asing yang mencoba menguasai atau melemahkan posisi bangsa Indonesia. Istilah “Londo” merujuk pada bangsa Belanda, yang dikenal sebagai salah satu penjajah Indonesia selama lebih dari 350 tahun. Namun, para ahli sejarah menyatakan bahwa penjajahan Belanda di Indonesia hanya berlangsung beberapa tahun sebelum proklamasi kemerdekaan pada 1945.
Reaksi terhadap penggunaan istilah ini beragam, terutama di kalangan aktivis yang merasa bahwa ucapan tersebut dapat mengalihkan perhatian dari isu-isu penting lainnya. Istilah ini juga menjadi populer dalam percakapan politik sehari-hari di Yogyakarta, meskipun tidak tercatat dalam arsip sejarah nasional lokal Manado.
Sebagai salah satu istilah yang sarat dengan konotasi negatif, Londo Ireng seringkali digunakan untuk mengkritik perilaku yang dianggap berlawanan dengan nilai-nilai nasionalisme Indonesia. Istilah ini menggambarkan sosok yang lebih mementingkan kepentingan pribadi atau asing dibandingkan kepentingan bangsa sendiri.
Fakta: Istilah Londo Ireng muncul dalam konteks kritik sosial dan politik di Indonesia, menyoroti perilaku yang dianggap menyimpang dari nilai-nilai kebangsaan. Pentingnya istilah ini terletak pada kemampuannya menggambarkan ketegangan antara nasionalisme dan pengaruh asing. Dampak jangka panjang dari penggunaan istilah ini dapat mempengaruhi hubungan sosial dan politik di Indonesia.
👁 692 kali dibaca










