MEDIARAKYAT.co.id – Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa timnya tidak akan terpengaruh oleh mitos yang menyatakan juara pramusim sering kali gagal di liga. Tavares menyatakan keyakinannya bahwa Persebaya tidak akan ‘alergi’ terhadap kemenangan, meskipun mereka menargetkan hasil maksimal di Piala Presiden.
Dalam keterangannya, Tavares mengungkapkan strategi yang akan diterapkan oleh Persebaya untuk menghadapi kompetisi ini, dengan menyoroti pentingnya transisi bertahan. “Kami fokus pada pengembangan potensi pemain muda dan memastikan mereka bisa berkontribusi secara efektif di lapangan,” ujar Tavares, 24 Juli 2026.
Tavares juga menambahkan bahwa pembinaan pemain muda merupakan salah satu pilar utama dalam strategi jangka panjangnya di Persebaya. “Pemain muda memiliki potensi besar dan kami berkomitmen untuk mengasah kemampuan mereka sehingga bisa bersaing di level tertinggi,” tambahnya.
Konteks ini muncul setelah Persebaya berhasil menunjukkan performa impresif di pramusim, yang memicu harapan tinggi dari para suporter. Namun, mitos tentang tim yang sukses di pramusim kerap mengalami kesulitan di liga menjadi perhatian tersendiri.
Persebaya, salah satu klub besar di Indonesia, berupaya mematahkan stigma tersebut dengan membangun tim yang solid dan siap berkompetisi di setiap level. Jika Persebaya berhasil mempertahankan konsistensi permainan mereka, hal ini bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan klub di masa mendatang.
Fakta penting mengenai isu ini adalah bahwa liga sepak bola di Indonesia sering kali melihat fluktuasi performa di antara tim-tim yang berjaya di pramusim. Penting bagi Persebaya untuk mengatasi tantangan ini agar dapat meraih kesuksesan berkelanjutan di liga utama.
👁 207 kali dibaca










