MEDIARAKYAT.co.id – Pembalap Aston Martin Lance Stroll menyuarakan kritik tajam terhadap peningkatan spesifikasi Power Unit Honda setelah mencatatkan hasil mengecewakan dalam sesi kualifikasi Grand Prix Formula 1 Belanda di Sirkuit Zandvoort pada Minggu, 23 Agustus 2026. Stroll menilai pengendalian karakter mesin pabrikan asal Jepang tersebut belum memberikan dampak signifikan dan justru terasa seperti untung-untungan saat dikemudikan di lintasan.
Hasil kualifikasi di Sirkuit Zandvoort menunjukkan tantangan besar bagi tim pabrikan tersebut. Baik Lance Stroll maupun rekan satu timnya, Fernando Alonso, gagal menembus segmen pertama kualifikasi (Q1), baik pada sesi Sprint Qualifying maupun kualifikasi utama Grand Prix. Stroll menempati posisi ke-19, sedangkan Alonso mengakhiri sesi di posisi ke-18.
Spesifikasi terbaru Power Unit Honda yang dibawa ke Sirkuit Zandvoort sebelumnya telah menjalani sesi pengambilan gambar resmi tim di Hungaria pada bulan lalu. Peningkatan tersebut awalnya diproyeksikan dapat mendongkrak performa catat waktu tempuh mobil di lintasan. Namun, debut kompetitif unit daya anyar tersebut belum membuahkan hasil sesuai harapan redaksi teknis tim.
Kendala Teknis Mesin dan Pengendalian di Tikungan
Stroll mengungkapkan bahwa aspek sasis Aston Martin sebenarnya menunjukkan perkembangan positif sejak seri balapan di Budapest. Meski demikian, potensi pembaruan sasis tersebut terhambat oleh masalah penyaluran tenaga dan fleksibilitas respons mesin yang belum optimal saat bermanuver.
“Menurut saya tidak terlalu banyak. Mungkin ada sedikit peningkatan, tapi masih jauh dari cukup,” ujar pembalap Aston Martin, Lance Stroll, Minggu, 23 Agustus 2026. Ia menambahkan, “Dari sisi sasis, menurut saya kinerja kami cukup bagus. Kami telah membuat kemajuan besar di Budapest. Kini, aspek pengendalian dan tenaga mesin adalah hal berikutnya yang benar-benar perlu kami benahi.”
Lebih lanjut, Stroll menjelaskan permasalahan teknis yang mengganggu stabilitas kendali kendaraan saat melaju di tikungan. Masalah utama terletak pada respons pengereman mesin (engine brake) serta kegagalan sistem saat menurunkan gigi (reject downshifts).
“Tidak bagus, tidak bagus. Rasanya seperti untung-untungan,” kata pembalap Aston Martin, Lance Stroll, Minggu, 23 Agustus 2026. Menurutnya, ketidakpastian kendali tersebut memicu kesulitan tinggi bagi pembalap. “Saat ini, kami tidak mendapatkan efek engine brake yang konsisten saat memasuki tikungan, dan sering terjadi reject downshifts—kegagalan saat menurunkan gigi. Jadi ya, ada banyak masalah.”
Fernando Alonso Soroti Perlu Perubahan dari Pabrik
Kekecewaan senada disampaikan Fernando Alonso yang mengakhiri kualifikasi dengan selisih waktu lebih dari satu detik dari pembalap tercepat di Q1. Alonso secara ironis menilai capaiannya sebagai hasil yang “luar biasa” guna menggambarkan situasi sulit yang dihadapi tim saat ini.
Alonso menggarisbawahi bahwa penanganan masalah Power Unit tidak bisa diselesaikan secara mendadak di area piting balapan. Perbaikan mendasar membutuhkan langkah teknis langsung dari pusat pengembangan mesin Honda di Jepang.
“Sayangnya, dari sisi teknis di lintasan, tidak banyak yang bisa kami lakukan,” ujar pembalap Aston Martin, Fernando Alonso, Minggu, 23 Agustus 2026.
Pembalap berpengalaman tersebut berharap ada langkah korektif berupa pembaruan perangkat lunak maupun penyempurnaan komponen teknis sebelum memasuki seri balapan berikutnya di Grand Prix Italia, Sirkuit Monza.
“Kami harus mengandalkan perubahan besar di pabrik, pembaruan perangkat lunak, atau apa pun langkah yang diperlukan. Ini harus datang dari Jepang, jadi prosesnya tidak bisa selesai dalam waktu singkat,” kata pembalap Aston Martin, Fernando Alonso, Minggu, 23 Agustus 2026. Ia melanjutkan, “Lebih ke arah Monza, di situlah kami perlu melakukan satu langkah kemajuan lagi. Masih ada potensi peningkatan waktu sekitar beberapa puluh detik yang bisa dioptimalkan dari paket mobil tersebut.”
Tantangan Integrasi Sasis dan Unit Daya Balap
Integrasi antara sasis dan Power Unit merupakan elemen paling krusial dalam kompetisi jet darat Formula 1 modern. Kestabilan engine braking serta kelancaran perpindahan gigi memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan kendaraan saat memasuki dan keluar dari tikungan sirkuit.
Ketidakstabilan respons mesin yang dialami Aston Martin dapat berdampak jangka panjang terhadap konsistensi raihan poin dalam klasemen konstruktor. Oleh karena itu, evaluasi komprehensif atas perangkat lunak dan komponen mekanis mesin menjadi urgensi utama bagi tim teknis sebelum menghadapi karakteristik sirkuit berkecepatan tinggi seperti Monza.
👁 395 kali dibaca










