MEDIARAKYAT.co.id – Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Papua Barat Samaun Dahlan membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD Golkar Kabupaten Manokwari untuk mengevaluasi capaian politik sekaligus merumuskan langkah konsolidasi di Kantor DPD Golkar Kabupaten Manokwari pada Rabu (19/8/2026). Forum musyawarah yang dihadiri pengurus dan kader tersebut mengusung tema ‘Soliditas, Transformasi, dan Karya Nyata untuk Manokwari yang Maju dan Berdaya Saing’. Evaluasi objektif terhadap perolehan suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dijadikan sebagai pijakan strategis dalam menentukan arah kebijakan partai ke depan.
Hasil Pemilu 2024 mencatatkan Partai Golkar mengamankan 4 kursi dari total 30 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manokwari. Partai Golkar mengantongi total 13.949 suara sah atau 11,61 persen dari total suara sah di Manokwari. Raihan tersebut menempatkan Golkar sebagai salah satu kekuatan politik utama di Manokwari, sejajar dengan Partai Gerindra yang juga meraih 4 kursi, serta berada di bawah PDI Perjuangan yang memperoleh 5 kursi.
Kader Golkar tercatat berhasil mengamankan representasi 1 kursi pada setiap daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Manokwari. Sebaran perolehan kursi yang merata di seluruh dapil ini dinilai menjadi bukti keberadaan modal politik yang kuat serta basis massa yang tersebar di wilayah Manokwari.
Evaluasi Hasil Pemilu dan Penataan Target Politik
Meski berhasil mempertahankan jumlah 4 kursi, evaluasi mendalam dinilai tetap harus dilakukan oleh seluruh elemen partai. Langkah ini krusial mengingat alokasi kursi di DPRD Kabupaten Manokwari bertambah dari 25 kursi menjadi 30 kursi pada pemilu lalu. Dengan penambahan jumlah alokasi tersebut, proporsi kekuatan politik Golkar dinilai masih memiliki ruang yang cukup besar untuk ditingkatkan pada masa mendatang.
“Secara sebaran, kita patut bersyukur karena Golkar berhasil meraih representasi satu kursi di setiap daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Manokwari. Ini menunjukkan kita memiliki modal politik dan basis massa yang kuat dan merata,” kata Samaun Dahlan, Rabu (19/8/2026).
Target perolehan kursi ditetapkan lebih tinggi untuk kontestasi politik mendatang, baik pada tingkat DPRD Kabupaten Manokwari maupun penguatan keterwakilan di DPRD Provinsi Papua Barat. Penguatan struktur internal diarahkan secara khusus pada daerah pemilihan yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan suara cukup signifikan.
“Ke depan, keberhasilan Golkar Manokwari tidak cukup hanya dengan mempertahankan 4 kursi. Kita harus berani menetapkan target yang lebih tinggi. Struktur partai harus diperkuat, khususnya di Dapil Manokwari 2 dan Manokwari 4 yang masih memiliki potensi pertumbuhan suara sangat besar,” ujar Samaun Dahlan, Rabu (19/8/2026).
Instruksi Strategis Penguatan Organisasi
Demi merealisasikan target perolehan suara tersebut, Ketua DPD Golkar Papua Barat mengeluarkan sejumlah instruksi penting bagi seluruh kader dan fungsionaris di Kabupaten Manokwari. Seluruh jajaran pengurus diminta untuk mengoptimalkan kinerja organisasi dan memperluas jangkauan kerja politik hingga ke tingkat paling bawah.
Instruksi strategis tersebut meliputi penguatan soliditas internal organisasi, pelaksanaan konsolidasi hingga tingkat akar rumput, serta penyusunan peta kekuatan politik berbasis data yang akurat. Selain itu, kader diajak untuk menjalankan sistem kaderisasi secara inklusif dan selalu menghadirkan karya nyata di tengah kehidupan masyarakat Manokwari.
Konteks dan Catatan Redaksi
Dinamika politik pasca-Pemilu 2024 di Kabupaten Manokwari menunjukkan pergeseran peta kekuatan dengan bertambahnya alokasi kursi legislatif dari 25 kursi menjadi 30 kursi. Kondisi ini memberikan peluang sekaligus tantangan bagi partai politik papan atas untuk meningkatkan perolehan suara secara merata.
Penyelenggaraan Musda ke-XI DPD Golkar Kabupaten Manokwari menjadi bagian penting dari konsolidasi pascapemilu untuk menjaga basis dukungan massa. Keberhasilan penguatan struktur di wilayah potensial seperti Dapil Manokwari 2 dan Dapil Manokwari 4, dipadu dengan eksekusi program berbasis masyarakat, akan menjadi faktor penentu posisi tawar politik Golkar pada kontestasi mendatang di Papua Barat.
👁 435 kali dibaca










