MEDIARAKYAT.co.id – Kader Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kabupaten Gunungkidul menetapkan Suradi sebagai Ketua Cabang dalam Konferensi Cabang (Konfercab) Pertama yang diselenggarakan di Padukuhan Ngelo, Kalurahan Petir, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Senin (3/8/2026). Penetapan tersebut menandai terbentuknya kepengurusan resmi pertama GPM di wilayah Kabupaten Gunungkidul untuk mengawal agenda-agenda pergerakan organisasi.
Musyawarah tingkat cabang ini berlangsung dengan dihadiri oleh jajaran pengurus tingkat pusat hingga daerah. Pelaksanaan Konfercab I GPM Gunungkidul disaksikan langsung oleh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GPM serta Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GPM Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kehadiran unsur pimpinan dari berbagai tingkatan ini mempertegas legitimasi struktur kepengurusan yang baru terbentuk.
Selain jajaran pengurus DPP dan DPD DIY, jalannya Konfercab Pertama ini disokong oleh kehadiran 35 kader Marhaenis. Para kader tersebut hadir sebagai utusan resmi yang mewakili Pengurus Anak Cabang (PAC) GPM dari seluruh wilayah kecamatan atau kapanewon se-Kabupaten Gunungkidul. Partisipasi aktif perwakilan PAC menjadi bukti soliditas konsolidasi di tingkat basis.
Sejumlah tokoh senior Marhaenis turut memberikan pengawalan penuh selama agenda konferensi berlangsung. Di antara tokoh nasional dan regional DIY yang hadir menyaksikan momentum ini adalah Bung Edy Susanto, Bung Bambang Setyo Martono, Bung Yuli Prasetyo, Bung Usman, serta tokoh Marhaenis lokal Gunungkidul, Bung Ternalem Paranginangin.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Organisasi
Usai prosesi penetapan pimpinan baru, perhatian utama forum diarahkan pada strategi penguatan dan keberlanjutan perjuangan organisasi. Tokoh Marhaenis Gunungkidul, Ternalem Paranginangin, menyampaikan komitmen tegas untuk mendampingi serta memberikan dukungan penuh kepada kepengurusan Suradi, khususnya dalam bidang pengembangan kegiatan ekonomi bersama.
Menurut Ternalem, aspek kemandirian finansial menjadi kunci paling krusial agar sebuah organisasi kemasyarakatan dapat bergerak secara independen. Tanpa ditopang oleh kekuatan ekonomi yang mandiri, program-program perjuangan dinilai akan sulit berjalan secara konsisten di tengah dinamika masyarakat.
“Organisasi yang kuat harus memiliki kemandirian ekonomi, sehingga mampu menjalankan program-program perjuangan secara berkelanjutan. Kemandirian ekonomi sangat penting, sebab merupakan salah satu implementasi nyata Trisakti,” kata Tokoh Marhaenis Gunungkidul, Ternalem Paranginangin, Senin (3/8/2026).
Implementasi Nilai Trisakti di Tengah Masyarakat
Gagasan kemandirian ekonomi yang disampaikan dalam Konfercab I ini mengakar kuat pada doktrin Trisakti, khususnya pilar berdikari di bidang ekonomi. Implementasi nilai tersebut diwujudkan melalui pembentukan dan pengembangan usaha-usaha bersama yang dikelola secara kolektif oleh jajaran pengurus dan kader GPM di tingkat cabang hingga anak cabang.
Ternalem Paranginangin menegaskan ketersediaannya untuk mengawal lahirnya unit bisnis kolektif organisasi. Langkah ini dimaksudkan agar GPM Kabupaten Gunungkidul memiliki sumber daya internal yang memadai untuk membiayai operasional perjuangan serta aksi-aksi advokasi di tengah rakyat.
“Karena itu saya siap mendampingi dan mendorong lahirnya kegiatan usaha bersama bagi jajaran pengurus agar organisasi memiliki kekuatan ekonomi yang dapat digunakan untuk menggerakan perjuangan di tengah rakyat,” ujar Tokoh Marhaenis Gunungkidul, Ternalem Paranginangin, Senin (3/8/2026).
Penguatan Soliditas Kepengurusan Baru
Terpilihnya Suradi memimpin GPM Kabupaten Gunungkidul diharapkan mampu membawa arah baru bagi pergerakan pemuda Marhaenis di daerah tersebut. Dukungan penuh dari 35 kader perwakilan PAC, pengurus DPD DIY, serta DPP GPM menjadi modal sosial yang kuat bagi pengurus baru dalam menjalankan roda organisasi secara terstruktur.
Ke depan, integrasi antara konsolidasi keorganisasian dan kemandirian ekonomi kolektif diproyeksikan menjadi pilar utama GPM Gunungkidul. Melalui kerja sama erat antara jajaran pengurus dan para senior, organisasi ini berkomitmen untuk hadir secara aktif memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Penyelenggaraan Konferensi Cabang Pertama Gerakan Pemuda Marhaenis Kabupaten Gunungkidul ini memuat arti penting bagi peta konsolidasi organisasi kepemudaan di daerah. Penetapan kepengurusan baru yang diselaraskan dengan dorongan kemandirian ekonomi Trisakti diharapkan dapat memastikan keberlanjutan perjuangan GPM yang mandiri, solid, dan berakar kuat di tengah rakyat.
👁 214 kali dibaca










