BANYUWANGI | MEDIARAKYAT.co.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Banyuwangi menggelar Konsolidasi Organisasi dan Pendidikan Politik Kader di Griya Lumbung Villas 2, Jalan Lingkar Barat, Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Sabtu (17/10/2026) siang.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB tersebut menjadi momentum khusus bagi jajaran kader Gerindra Banyuwangi karena bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Kegiatan dihadiri pengurus KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara) DPC dan PAC se-Banyuwangi, Laskar Gerindra, Kepala Desa Labanasem, serta Febi Nugroho selaku Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) Bidang Politik Bakesbangpol Kabupaten Banyuwangi.
Ketua DPC Partai Gerindra Banyuwangi, Ir. Sumail Abdullah, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Presiden Prabowo Subianto sekaligus doa agar Presiden senantiasa diberikan kesehatan dalam menjalankan tugasnya.
“Hari ini adalah hari yang sangat istimewa karena Presiden kita, Bapak Prabowo Subianto, bertambah usia. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang dalam memimpin bangsa,” ujar Sumail.
Sumail juga menyoroti perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo yang disebutnya menghadapi berbagai tantangan. Ia meminta seluruh kader Gerindra tetap menjaga solidaritas dan kekompakan organisasi.
“Sudah dua tahun Presiden kita memimpin, tentu banyak tantangan yang sudah dan akan kita lalui. Jaga solidaritas, jaga kekompakan. Partai Gerindra harus selalu jadi partai pemenang. Di Jawa Timur saat ini kita sudah menguasai sekitar 30 persen suara,” tegas Sumail.
Materi pendidikan politik kemudian disampaikan Sekretaris DPC Gerindra Banyuwangi, Ali Mustaufiq atau yang akrab disapa Gus Taufiq. Dalam pemaparannya, ia membahas Manifesto Perjuangan Partai Gerindra sebagai salah satu pedoman bagi kader dalam memahami arah perjuangan partai.
Gus Taufiq menjelaskan bahwa Partai Gerindra lahir dengan salah satu perhatian utama pada persoalan kesenjangan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.
“Partai Gerindra lahir untuk mengurangi angka kesenjangan yang terlalu jauh antara yang miskin dan yang kaya. Negara kita kaya, tetapi rakyatnya masih banyak yang miskin—itulah paradoks Indonesia. Presiden Prabowo berkomitmen penuh untuk menghilangkan paradoks tersebut,” ungkap Ali Mustaufiq.
Menurutnya, solusi fundamental yang diusung Gerindra selaras dengan amanat Pasal 33 Ayat 1 UUD 1945, yang menyatakan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
Pandangan mengenai ekonomi kerakyatan dan Pasal 33 tersebut juga tercantum dalam Manifesto Perjuangan Partai Gerindra, yang menempatkan pembangunan ekonomi kerakyatan dan pengurangan kesenjangan sebagai bagian dari arah perjuangan partai.
Selain pendidikan politik dan konsolidasi organisasi, rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi kepedulian lingkungan berupa penanaman pohon di RTH Karangbendo, Kecamatan Rogojampi.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Imam Sahrowardy.
Melalui kegiatan tersebut, DPC Gerindra Banyuwangi mendorong penguatan struktur organisasi sekaligus pemahaman kader terhadap arah perjuangan partai. Konsolidasi ini juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan kader untuk mengawal program-program pemerintah di daerah. (Wir/Red)
👁 321 kali dibaca










