Home / Politics / Danki Brimob Polda NTB Pimpin Upacara di SMPN 1 Sape – Media Rakyat

Danki Brimob Polda NTB Pimpin Upacara di SMPN 1 Sape – Media Rakyat

MEDIARAKYAT.co.id – Edukasi Karakter dan Bahaya Kenakalan Remaja

Komandan Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) Akhyar, S.H. memimpin upacara bendera di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Senin (7/9/2026), guna memberikan pembinaan moral serta kedisiplinan kepada para siswa.

Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut diikuti oleh seluruh jajaran guru, staf pengajar, serta ratusan peserta didik. Pelaksanaan upacara berjalan secara tertib dan khidmat sejak awal hingga akhir rangkaian pengibaran bendera.

Dalam amanatnya, Akhyar, S.H. menekankan pentingnya peran orang tua dalam kehidupan para siswa. Ia mengajak para peserta didik untuk senantiasa menghormati, menaati, serta mematuhi setiap nasihat yang diberikan oleh orang tua di rumah maupun guru di sekolah.

Pentingnya Kepatuhan dan Pemilihan Pergaulan

Menurut perwira Brimob tersebut, sikap patuh dan taat kepada orang tua merupakan landasan utama dalam membentuk kepribadian generasi muda yang berakhlak mulia serta memiliki rasa tanggung jawab tinggi terhadap masa depan.

“Kepatuhan kepada orang tua menjadi salah satu bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan bertanggung jawab,” ujar Komandan Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda NTB Akhyar, S.H., Senin (7/9/2026).

Selain masalah penghormatan kepada orang tua, Akhyar, S.H. juga memberikan peringatan keras terkait maraknya potensi ancaman kenakalan remaja yang rentan menyasar kalangan pelajar tingkat sekolah menengah.

Antisipasi Narkoba, Senjata Tajam, dan Knalpot Racing

Pihaknya secara khusus mengingatkan seluruh siswa SMP Negeri 1 Sape agar membentengi diri dari bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Penyalahgunaan zat terlarang dinilai dapat merusak fisik, mental, serta masa depan para generasi penerus bangsa.

Selain ancaman narkoba, para siswa juga diimbau keras untuk tidak sekali-kali terlibat dalam kepemilikan maupun penggunaan senjata tajam. Penggunaan senjata tajam di kalangan remaja tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan keselamatan jiwa diri sendiri dan masyarakat sekitar.

Imbauan lain yang disuarakan dalam upacara tersebut adalah larangan penggunaan kendaraan bermotor dengan knalpot racing atau knalpot tidak standar. Penggunaan knalpot bersuara bising ini dinilai sangat mengganggu ketertiban umum serta meresahkan kenyamanan lingkungan.

“Siswa diimbau agar bijak dalam memilih lingkungan pergaulan dan tidak mudah terpengaruh oleh perilaku negatif. Para siswa diharapkan mampu menjaga diri serta berperan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif,” kata Akhyar, S.H., Senin (7/9/2026).

Keteladanan Melalui Kedisiplinan Nyata

Tidak hanya menyampaikan arahan secara lisan, Akhyar, S.H. turut memberikan teladan langsung mengenai makna kedisiplinan kepada para peserta upacara. Hal itu ditunjukkannya dengan hadir lebih awal di lokasi sekolah sebelum kegiatan upacara dimulai.

Langkah hadir lebih awal tersebut dilakukan untuk membuktikan bahwa nilai kedisiplinan tidak cukup hanya dijadikan bahan imbauan atau nasihat semata, melainkan harus dipraktikkan secara konsisten melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kehadiran kepolisian di tengah-tengah lingkungan pendidikan ini, diharapkan kesadaran para siswa SMP Negeri 1 Sape terhadap pentingnya disiplin, kepatuhan moral, serta penolakan terhadap aksi kenakalan remaja dapat terus meningkat.

Pihak sekolah menyambut baik pembinaan karakter tersebut sebagai bagian dari upaya bersama mendorong terciptanya generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta kepedulian terhadap keamanan lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Konteks & Catatan Redaksi

Keterlibatan aparat kepolisian sebagai pembina upacara di lingkungan sekolah merupakan langkah strategis dalam upaya pencegahan dini (preemtif) terhadap potensi gangguan ketertiban masyarakat di kalangan pelajar. Fenomena kenakalan remaja seperti penggunaan knalpot racing, aksi kriminalitas jalanan, hingga penyalahgunaan narkoba memerlukan penanganan terpadu yang melibatkan keluarga, pihak sekolah, serta aparat penegak hukum. Edukasi langsung dari aparat keamanan diharapkan mampu menanamkan nilai kedisiplinan dan kesadaran hukum sejak dini, sekaligus memperkuat benteng moral siswa di tengah dinamika pergaulan remaja saat ini.

👁 568 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *