MEDIARAKYAT.co.id – <a href=”https://mediarakyat.co.id/2026/08/babinsa-koramil-sape-perkuat-kamtibmas-bima-2/” title=”Babinsa Koramil Sape Perkuat Kamtibmas di Bima”>Babinsa Koramil 1608-03/Sape meningkatkan keamanan wilayah melalui patroli malam dan komunikasi sosial bersama warga di sejumlah desa binaan di Kecamatan Sape dan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (23/8/2026) malam. Langkah preventif ini dilaksanakan guna mempererat tali silaturahmi sekaligus meminimalisasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kegiatan pengamanan berbasis pendekatan kemasyarakatan tersebut dilaksanakan secara serentak oleh para personel Babinsa di empat lokasi utama, yakni Desa Lanta Barat, Desa Oi Maci, Desa Melayu, dan Desa Bajo Pulau. Dalam dialog santai tersebut, aparat teritorial mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman kriminalitas.
Strategi Preventif Babinsa Jaga Keamanan Desa
Penguatan keamanan di tingkat basis menjadi fokus utama jajaran TNI teritorial di lapangan. Di Desa Lanta Barat, kesadaran warga untuk mengaktifkan kembali siskamling dan ronda malam terus didorong sebagai benteng pertahanan awal dari ancaman kejahatan.
“Warga diimbau agar aktif melakukan patroli di sekitar kampung pada malam hari untuk mencegah berbagai kegiatan negatif, seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan gangguan keamanan lainnya,” kata Babinsa Desa Lanta Barat sekaligus anggota Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape, Serka Sahlan, Minggu (23/8/2026).
Selain tindakan pencegahan kriminalitas, upaya mengantisipasi aksi main hakim sendiri juga menjadi penekanan penting. Aparat mengimbau agar setiap riak persoalan di tengah warga diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku demi memelihara ketenteraman sosial.
“Masyarakat hendaknya menjaga situasi tetap aman dan kondusif serta tidak mengambil tindakan sendiri atau main hakim sendiri ketika menghadapi suatu persoalan, melainkan segera melaporkannya kepada aparat berwenang,” ujar Babinsa Desa Oi Maci, Serka Sahrul, Minggu (23/8/2026).
Edukasi Remaja dan Penguatan Silaturahmi Antarwarga
Sementara itu di Desa Melayu, pendekatan emosional dan penguatan kohesi sosial antarwarga dipandang sebagai kunci utama menciptakan iklim desa yang ramah dan harmonis. Babinsa setempat menekankan bahwa kerukunan warga adalah modal dasar keamanan.
“Masyarakat bersama-sama menjaga keamanan di lingkungan masing-masing serta menjaga tali silaturahmi dan hubungan harmonis antarwarga guna menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang aman dan nyaman,” ujar Babinsa Desa Melayu, Jafar, Minggu (23/8/2026).
Pendekatan khusus juga diterapkan bagi masyarakat pesisir di Desa Bajo Pulau, Kecamatan Sape. Fokus pembinaan diarahkan pada kelompok remaja agar terhindar dari pergaulan bebas dan perilaku merugikan.
“Para remaja diminta ikut menjaga keamanan dan ketertiban serta menjauhi kegiatan yang melanggar hukum, seperti mengonsumsi minuman keras maupun obat-obatan terlarang yang dapat merugikan diri sendiri,” kata Babinsa Desa Bajo Pulau, Serda Ikhsan, Minggu (23/8/2026).
Sinergitas Aparat dan Pemukim Desa
Personel Koramil 1608-03/Sape kembali mengingatkan bahwa setiap dinamika permasalahan yang timbul di tengah pemukiman hendaknya tidak dibiarkan berlarut-larut. Warga diminta segera berkoordinasi secara aktif dengan jajaran aparat keamanan maupun pemerintah desa setempat agar konflik dapat diredam sejak dini dan tidak meluas menjadi gangguan kamtibmas yang lebih besar.
Melalui metode komunikasi sosial dan kongkow malam ini, Koramil 1608-03/Sape secara berkesinambungan mendorong keterlibatan publik dalam sistem pengamanan lingkungan. Sinergitas yang terbangun rapat antara Babinsa dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan ketahanan wilayah serta menciptakan iklim desa yang aman, tertib, damai, dan kondusif.
Catatan Redaksi: Pentingnya Pendekatan Humanis Babinsa
Pendekatan komunikasi sosial melalui kegiatan kongkow malam merupakan wujud nyata penerapan metode Pembinaan Teritorial (Binter) oleh TNI AD di tingkat basis desa. Langkah preventif yang melibatkan Babinsa secara langsung di tengah masyarakat memiliki arti penting untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan awal terhadap potensi gesekan sosial, kriminalitas, serta penyalahgunaan zat terlarang. Kehadiran aparat teritorial yang membaur secara inklusif tidak hanya menjaga keamanan fisik wilayah, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik serta kesadaran hukum masyarakat dalam jangka panjang.
👁 239 kali dibaca










