Home / Politics / Suami Tusuk Istri hingga Tewas Saat Memasak – Media Rakyat

Suami Tusuk Istri hingga Tewas Saat Memasak – Media Rakyat

BANYUWANGI, MEDIARAKYAT.co.id — Nasib nahas menimpa Yuni Kosayah (25), seorang perempuan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Ia tewas meregang nyawa akibat luka tusuk parah di perut sebelah kiri setelah dianiaya oleh suaminya sendiri, Supriadi (31), pada Minggu pagi.

Tragedi berdarah ini terjadi di kediaman mereka di Dusun Tapaklembu, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, rentang pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Pihak kepolisian menyebut, insiden penusukan tersebut diduga kuat terjadi ketika korban sedang memasak di dapur rumahnya.

Menurut kesaksian warga sekitar, pasangan suami istri ini memang kerap terlibat pertengkaran. Benih-benih keributan bahkan sudah terdengar oleh para tetangga sejak malam hari sebelum penusukan terjadi. Meski warga tidak melihat langsung detik-detik penganiayaan karena berlangsung tertutup di dalam rumah, tetangga menyebut Supriadi sempat panik. Pelaku bersama adiknya diketahui sempat melarikan Yuni yang bersimbah darah ke rumah sakit, namun nyawa korban tidak tertolong.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, aparat kepolisian langsung terjun ke lokasi kejadian. Petugas telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta menggelar rekonstruksi awal untuk merangkai kronologi pasti dari peristiwa memilukan ini.

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Lanang Teguh Pambudi, membenarkan adanya tindak pidana penganiayaan yang berujung kematian tersebut.

“Kami telah memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi dan mengumpulkan barang bukti guna mendalami kasus serta memastikan motif di balik penusukan ini,” tegas Kompol Lanang.

Sebagai informasi, Yuni merupakan warga asli Dusun Krajan, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon. Setelah menikah secara siri dengan Supriadi—yang tercatat sebagai warga Dusun Krajan, Desa Temuasri—pasangan tersebut menetap bersama di lokasi kejadian di Dusun Tapaklembu.

Saat ini, jenazah Yuni telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dikebumikan setelah keluarga korban menyatakan menolak prosedur autopsi. Sementara itu, pihak Polresta Banyuwangi terus melanjutkan proses hukum dan penyelidikan intensif terhadap pelaku.

👁 115 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *