MEDIARAKYAT.co.id – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Rai Oi Koramil 1608-03/Sape Serka Sahlan menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Desa Rai Oi ke-59 Tahun 2026 yang berlokasi di halaman Masjid Ar-Rahman, Desa Rai Oi, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, pada Selasa (4/8/2026) malam. Perhelatan keagamaan tingkat desa ini digelar sebagai wadah memperkuat syiar Islam sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.
Acara pembukaan MTQ ke-59 ini mengusung tema “Sehat dalam Berkompetisi, Capai Prestasi, Wujudkan Generasi Qur’an yang Berkarakter”. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Camat Sape serta mendapat antusiasme tinggi dari ratusan warga masyarakat setempat yang memadati arena kegiatan sejak sore hingga malam hari.
Sejumlah pejabat dan tokoh penting lintas sektor turut hadir mendampingi jalannya acara. Di antaranya adalah Camat Sape, perwakilan Kapolsek Sape, Babinsa Desa Rai Oi Serka Sahlan, perwakilan Kompi Brimob, Kepala SMA Negeri 2 Sape, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sape, serta Ketua LPTQ Kecamatan Sape. Selain itu, hadir pula Kepala Desa Rai Oi beserta seluruh perangkat desa, Ketua dan Sekretaris BPD, para kepala dusun, ketua RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, anggota Linmas, serta jajaran panitia pelaksana.
Sinergi Lintas Sektor dan Komitmen Pembinaan Keagamaan
Rangkaian peresmian diawali secara khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan doa, serta pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars MTQ. Acara dilanjutkan dengan laporan dari Ketua Panitia MTQ serta pembacaan susunan Dewan Hakam dan Dewan Juri yang kemudian dilantik secara resmi untuk memimpin jalannya seluruh cabang perlombaan.
Dalam pidato sambutannya, Kepala Desa Rai Oi menyampaikan pesan mendalam kepada para peserta dan masyarakat yang hadir. “MTQ ini hendaknya dijadikan sarana untuk meningkatkan kecintaan kita terhadap Al-Qur’an sekaligus mempererat tali ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat,” kata Kepala Desa Rai Oi, Selasa (4/8/2026).
Dukungan terhadap keberlanjutan pembinaan generasi muda juga ditegaskan oleh otoritas keagamaan setempat. “Pembinaan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia sangat penting dilakukan secara berkesinambungan melalui kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini,” ujar Kepala KUA Kecamatan Sape, Selasa (4/8/2026).
Dorongan Prestasi dan Peran Pengamanan TNI
Apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini disampaikan langsung oleh panitia pelaksana kepada seluruh pihak yang memberikan dukungan fisik maupun moral. “Kami berharap ajang MTQ tahun ini mampu melahirkan qari dan qariah terbaik yang tidak hanya berprestasi di tingkat desa, tetapi juga siap mengharumkan nama Desa Rai Oi pada ajang yang lebih tinggi,” ungkap Ketua Panitia MTQ, Selasa (4/8/2026).
Saat membuka ajang tersebut secara resmi, Camat Sape mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai sportivitas selama masa perlombaan berlangsung. “Seluruh peserta diharapkan dapat menjunjung tinggi sportivitas, menjaga persaudaraan, dan menjadikan kompetisi ini sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas tilawah serta pemahaman terhadap Al-Qur’an,” tegas Camat Sape, Selasa (4/8/2026).
Keterlibatan aktif Babinsa Desa Rai Oi Serka Sahlan dalam pengawalan kegiatan ini menegaskan peran TNI AD dalam menjaga stabilitas serta mendukung pembinaan wilayah. Kehadiran aparat ketahanan wilayah tersebut merupakan wujud nyata kemitraan TNI dengan pemerintah desa serta seluruh elemen masyarakat guna menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, harmonis, dan religius.
Seluruh rangkaian pembukaan MTQ ke-59 Desa Rai Oi berakhir pada pukul 23.10 WITA. Berdasarkan pantauan di lokasi, kegiatan berlangsung aman, lancar, tertib, dan diwarnai semangat kebersamaan masyarakat.
Konteks dan Catatan Redaksi
Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an di tingkat desa memiliki fungsi strategis dalam struktur pembangunan karakter masyarakat berbasis keagamaan di Kabupaten Bima. Selain berfungsi sebagai benteng nilai sosial di tengah dinamika zaman, MTQ tingkat desa menjadi fondasi awal pencarian bakat-bakat muda potensial sebelum melangkah ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Kehadiran unsur TNI melalui Babinsa serta aparat kepolisian dalam agenda keagamaan ini menunjukkan pentingnya pendekatan teritorial berbasis sosial-budaya. Sinergitas antara aparat keamanan, pemerintah lokal, dan tokoh masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah pedesaan sekaligus memperkokoh nilai-nilai persatuan di tengah masyarakat.
👁 481 kali dibaca










