MEDIARAKYAT.co.id โ Warga dari empat desa di Blitar menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap penutupan akses Bendungan Lahor untuk kendaraan mobil dan truk. Mereka mendesak agar kebijakan tersebut dipertimbangkan kembali oleh pihak berwenang.
Penolakan ini muncul setelah keputusan penutupan diumumkan, yang diharapkan dapat mengurangi risiko kerusakan pada infrastruktur bendungan. Namun, warga setempat merasa bahwa penutupan ini akan berdampak negatif pada mobilitas dan aktivitas ekonomi mereka.
โKami sangat bergantung pada akses ini untuk transportasi dan kegiatan sehari-hari. Penutupan ini akan sangat mengganggu,โ ujar salah satu tokoh masyarakat desa, Senin (25/7/2026).
Para warga berharap agar pemerintah daerah dapat mencari solusi alternatif yang tidak merugikan mereka. Mereka mengusulkan adanya dialog atau musyawarah untuk mencari jalan keluar yang lebih baik bagi semua pihak yang terlibat.
Penutupan akses ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat karena dapat mempengaruhi konektivitas dan ekonomi lokal. Dampaknya dapat dirasakan bukan hanya oleh penduduk desa, tetapi juga oleh pedagang dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada jalur transportasi tersebut.
Fakta menunjukkan bahwa Bendungan Lahor adalah infrastruktur penting di Blitar yang mendukung berbagai aktivitas, termasuk pertanian dan pariwisata. Oleh karena itu, kebijakan penutupan harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengganggu kesejahteraan masyarakat sekitar.
Dengan situasi ini, penting bagi pihak berwenang untuk meninjau kembali kebijakan penutupan dan berkomunikasi secara efektif dengan warga. Dampak jangka panjang dari keputusan ini harus dipertimbangkan untuk menjaga keseimbangan antara pemeliharaan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat setempat.
๐ 681 kali dibaca










