Home / Politics / Puisi Selendang Sulaiman: Dajjal Berseragam

Puisi Selendang Sulaiman: Dajjal Berseragam

MEDIARAKYAT.co.id – Penyair Selendang Sulaiman kembali menggugah pembaca dengan kumpulan puisinya yang terbaru, salah satunya berjudul “Dajjal Berseragam”. Karya ini hadir sebagai refleksi mendalam tentang kondisi sosial dan psikologis masyarakat yang digambarkan dengan simbolisme kuat dan bahasa puitis yang mendalam. nnPuisi “Dajjal Berseragam” mengisahkan ketidakpastian arah di tengah situasi yang menantang, di mana masa depan seakan berbalik menyerang seperti bumerang. Dalam narasinya, ratusan gagak hitam digambarkan berhamburan dari ufuk barat, melambangkan ancaman dan kebingungan yang merasuk ke dalam akal sehat manusia. nn”Gemuruh debu kesangsian menebal menutupi aspal, membuat langkah kita makin gamang—kehilangan pijakan,” tulis Selendang dengan nuansa ketidakpastian yang kental. nnMenurut seorang kritikus sastra yang enggan disebutkan namanya, puisi ini mencerminkan keresahan kolektif yang dirasakan banyak orang di zaman sekarang. “…Puisi ini menangkap esensi ketidakpastian dan kehilangan arah yang sering kita alami,” ujarnya, Senin (25/7/2026). nnDengan latar belakang sosial yang kompleks, Selendang Sulaiman mengajak pembaca untuk merenungkan perubahan drastis yang terjadi di sekitar kita. Ketiadaan “kesetiaan hujan pada musim yang kacau-balau” menjadi simbol dari ketidakstabilan lingkungan dan hubungan sosial. nnPuisi “Dajjal Berseragam” ini, bersama dengan karya-karya lainnya dalam koleksi terbaru Selendang Sulaiman, mengundang pembaca untuk berpikir lebih dalam mengenai kondisi manusia dan tantangan yang dihadapi. Karya ini bukan hanya sekadar refleksi pribadi, tetapi juga gambaran dari keresahan sosial yang lebih luas.nnFakta: (a) Puisi ini merupakan bagian dari kumpulan karya terbaru Selendang Sulaiman, seorang penyair yang dikenal dengan gaya bahasa puitis dan simbolis. (b) Karya ini penting karena mengajak pembaca untuk merenungkan kondisi sosial dan psikologis masyarakat saat ini. (c) Dampak jangka panjang dari puisi ini adalah mendorong diskusi dan refleksi mengenai arah dan tujuan masyarakat di tengah perubahan yang tak terduga.”

👁 188 kali dibaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *